Istilah Go
Green sudah pasti tidak asing lagi di telinga masyarakat. Bukan semata-mata
bertujuan untuk mengajak masyarakat menjadi ‘hijau’, tapi istilah ini mengajak
masyarakat untuk menjaga dan melestarikan bumi bagi kehidupan manusia dan hewan
yang ada. Kampanye Go Green yang disebut pula penghijauan kembali melakukan
berbagai upaya untuk menyelamatkan bumi dari kerusakan dan pemanasan global
akibat ulah manusia itu sendiri.
Begitu
memprihatinkan bahwa di satu sisi, manusia berupaya melakukan berbagai macam
tindakan penyelamatan bumi agar alam tidak rusak dan dapat terus hidup
berdampingan dengan manusia. Tapi di sisi lain, manusia juga lah yang menjadi
penyebab utama terjadinya kerusakan alam.
Hal ini
bisa dilihat dari data yang didapat dari Forest Watch Indonesia bahwa dari
tahun ke tahun kerusakan hutan terus meningkat. Tercatat pada tahun 2015,
kerusakan hutan di Indonesia saja mencapai 2 juta hektar per tahun. Sebanyak
72% hutan asli di Indonesia telah musnah.
Tanggal 21
Maret ditetapkan sebagai Hari Hutan Sedunia. Tujuannya untuk meningkatkan
kesadaran publik di seluruh dunia tentang pentingnya keberadaan semua jenis
hutan dan pohon di luar hutan. Fokus utama kampanye Hari Hutan Sedunia yaitu
menjaga keberadaan hutan di dunia yang dilakukan dengan melindungi hutan,
memanfaatkan hasil hutan, dan menjadikan hutan sebagai tempat rekreasi alam
untuk kesejahteraan manusia.
Lain hari
lain peringatan, tanggal 22 April ditetapkan sebagai Hari Bumi (Earth Day)
dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran dan apresiasi terhadap planet
yang ditinggali manusia
ini. Tujuan inilah yang menjadi dasar bagi Universitas Bunda Mulia mengadakan
sebuah acara dengan tema yang mengusung peringatan lingkungan hidup.
Acara
Social Science Week (SSW) kembali diadakan untuk kali yang ketiga. Bertempat di
4 lokasi yang ada di Universitas Bunda Mulia yaitu Lobby UBM, The UBM Plaza,
The UBM Hall, dan The UBM Grand Auditorium, acara ini dikemas dalam sebuah tema
“Earth Focus for the Future”.
Tema
tersebut berangkat dari sebuah tujuan untuk melihat fenomena-fenomena yang ada
di masyarakat dalam sudut pandang human interest dan lingkungan hidup. Dimana
perpaduan antara human interest dan lingkungan hidup ini menjadi kolaborasi
bagi dua klub Prodi Ilmu Komunikasi yaitu, Click Photography dan Journal Is Me,
dalam mengadakan pameran foto dan artikel.
“Pameran
ini merupakan pertama kalinya bagi Prodi Ikom dan juga pertama kalinya dua klub
berkolaborasi,” ungkap Sandra, salah satu panitia acara Social Science Week.
“Mudah-mudahan acara ini bisa dilangsungkan secara rutin oleh prodi ikom supaya
karya-karya mahasiswa bisa mendapat apresiasi,” sambung Hendri yang juga
panitia Social Science Week.
Social
Science Week berlangsung selama satu minggu dari tanggal 18 April sampai dengan
23 April 2016. Diawali dengan pembukaan acara pada hari Senin 18 April oleh
Bapak Sugeng Wahyudi selaku Ketua Prodi Ilmu Komunikasi. Selain pameran foto
dan artikel dari dua klub Prodi Ilmu Komunikasi, terdapat juga seminar dan
bazzar yang menyertai serangkaian acara The 3rd Social Science Week.
“Kesan
selama acara SSW yang pasti seru, rame, dan semua orang berpartisipasi,” ujar
David, salah satu pengunjung pameran foto dan artikel.
Salah satu
Seminar Nasional dari Prodi Ilmu Komunikasi yang bertema “Managing &
Implementing Corporate Social Responsibility in Global Environment” dengan 3
pembicara dari ASPIKOM, CSR Professional, dan PERHUMAS yang membahas mengenai
bagaimana melakukan CSR yang efektif.
Juga
terdapat acara bazzar yang merupakan persembahan dari mahasiswa/i UBM sendiri.
Bazaar ini dilakukan oleh gabungan berbagai jurusan dan terdapat berbagai macam
barang yang ditawarkan. Ada yang menjual jajanan tradisional, snak, baju,
sandal jepit, dan lain-lain.
“We do not
inherit the earth from our ancestors. We borrow it from our children”.